Friday, June 1, 2012

Formasi Batuan di Sangiran


Situs Sangiran Sragen Jawa Tengah

          A.   Tujuan
1.               Untuk memenuhi tugas kuliah kerja lapangan mata kuliah Geologi.
2.               Untuk mengetahui lokasi situs Sangiran di Sragen Jawa tengah.
3.               Untuk mengetahui karakteristik batuan yang meliputi Geologi, Paleontologi, dan biologi serta cirri-ciri spesifik dari batuan tersebut.

B.   Landasan Teori
Sangiran adalah sebuah desa di kelurahana Krikilan Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen,  Provinsi Jawa Tengah. Desa tersebut dikenal sebagai situs prasejarah yang kaya dengan temuan fosil manusia dan hewan purba. Selain itu di Sangiran juga banyak ditemukan alat-alat batu peninggalan manusia prasejarah yang dulu pernah hidup disana.
Situs Sangiran terletak kira-kira 15 km di sebelah utara kota Surakarta. Situs ini luas arealnya kira-kira 6x15 km. sebagai suatu situs sebagian arealnya terletak di wilayah kabupaten sragen, sebagian lagi terletak di wilayah kabupaten Karanganyar.
Situs ini pernah diteliti oleh berbagai ahli dengan latar belakang yang berbeda. Disiplin Paleoantropologi dan Paleontologi memusatkan penelitian pada temuan fosil-fosilnya, disiplin geologi pada struktur dan stratigrafinya.

Bentang alam Sangiran secara umum dapat dibedakan atas satuan morfologi perbukitan dan satuan morfologi dataran. Dalam bentang alam tersebut mengalir 2 buah sungai besar yaitu kali Cemoro dan kali Ngrejeng. Kali Cemoro merupakan sungai terbesar di daerah ini yang mengalir dari barat ke timur membelah sayap kubah Sangiran sampai pusat kubahnya. Aliran sungai ini hamper memotong semua batuan di tempat-tempat yang dilaluinya dari yang tertua sampai yang termuda. Sungai besar lainnya yaitu kali Ngrejeng yang mengalir di daerah sangiran sebelah utara. Sungai ini memotong sayap utara sebelah utara kubah Sangiran dan membelah satuan breksi laharik formasi kabuh dan satuan batu lempung serta Napal dari formasi Pucangan.
Satuan morfologi dataran membentang disekeliling daerah Sangiran dan tersusun oleh breksi laharik formasi Notopuro. Satuan dataran yang lain tersebar di lembah-lembah kali Cemoro, kali Ngrejeng dan kali Kedungdowo. Satuan litologinya berupa endapan alluvial.
Satuan morfologi perbukitan tersebar mengelilingi daerah Sangiaran berupa bukit-bukit kecil yang diselingi oleh dataran sempit. Satuan ini juga tampak pada daerah-daerah tebing terjal yang merupakan perbatasan antara formasi Notopuro dan formasi Kabuh.
Satuan perbukitan yang lain terdapat pada bagian dalam kubah Saniran (Sangiran Dome). Pada daerah ini satuan perbukitan telah tersingkap membentuk lembah yang luas.
Pada bagian tengah kubah Sangiran terdapat sebuah bukit kecil yang terbentuk oleh aliran lahar dari formasi Pucangan bawah. Di kanan kiri bukitb tersebut terdapat cekungan yang berisi endapan lempung laut dari formasi kalibeng.
Stratigrafi daerah Sangiran menurut GHR Von Koenigswald terbagi atas formasi Kalibeng, formasi Pucangan, formasi Kabuh dan formasi Notopuro. Umur formasi-formasi tersebut dari tua ke muda menurut J. Duyffjes adalah ; Kala Pliosen untuk formasi Kalibeng, Kala Plestosen bawah untuk formasi Pucangan, Kala Plestosen tengah untuk formasi Kabuh sampai Notopuro.

C.   Data
1. Stasiun Pengamatan Ke-1
·         Nama wilayah/desa/dusun : Kecamatan Kalijambe , Kabupaten Sragen
·         Posisi Geografis : dukuh Ngampon, desa Krikilan
·         Formasi : Pucangan
·         Umur Geologi : 1,8 juta -900ribu tahun yang lalu (plestosen bawah)
Ø  Karakteristik ( batuan : beku, sedimen, metamorf )
ü  Geologi :
a.       Pelapisan : Pucangan
b.      Warna : Abu-abu muda sampai tua, apabila lapuk berwarna hitam.
c.       Struktur : datar yang terdiri atas lapisan breksi vulkanik bawah dan lempung hitam.
ü  Paleontologi ( paleobotany, paleozoology)
a.       Paleobotany : fosil pollen yang ditemukan antara lain : jenis Graminae, Cyperaceae, Arboreae, Taxa, Choenopodiaceae, Taxodiaceae, Typhatsuga, Floshuetzia, Myrtaceae, Rhizophora, Podocarpus, Castanosis, Pinus, Sparganium, Alnum dll.
b.      Paleozoology : didominasi binatang reptile, fosil-fosil mollusca laut seperti Anadara, Balanus, Conus, murex, Archa, dan temuan gigi ikan hiu.

ü  Biologi
Dulunya formasi pucangan merupakan hutan bakau / rawa payau yang dibuktikan dengan ditemukannya fosil molusca laut dan reptile.
Ø  Karakteristik spesifik / unik formasi
Terdapat lempung mollusca yang membatasi antara lempung hitam dan lapisan breksi vulkanik

2.  Stasiun Pengamatan Ke-2
·         Nama wilayah/desa/dusun : Kecamatan Kalijambe , Kabupaten Sragen
·         Posisi Geografis : dukuh Ngampon, desa Krikilan
·         Formasi : Pucangan
·         Umur Geologi : 1,8 juta -900ribu tahun yang lalu (plestosen bawah)
Ø  Karakteristik ( batuan : beku, sedimen, metamorf )
ü  Geologi :
a.       Pelapisan : Pucangan
b.      Warna : lempung hitam dan lempung putih (diatome)
c.       Struktur : miring , karena pada saat pengerosian terjadi pengikisan dan penyempitan lahan dari tenaga eksogen.
ü  Paleontologi ( paleobotany, paleozoology)
a.       Paleobotany : fosil pollen yang ditemukan antara lain : jenis Graminae, Cyperaceae, Arboreae, Taxa, Choenopodiaceae, Taxodiaceae, Typhatsuga, Floshuetzia, Myrtaceae, Rhizophora, Podocarpus, Castanosis, Pinus, Sparganium, Alnum dll.
b.      Paleozoology : didominasi binatang reptile, fosil-fosil mollusca laut seperti Anadara, Balanus, Conus, murex, Archa, dan temuan gigi ikan hiu.
ü  Biologi
Dulunya formasi pucangan merupakan hutan bakau / rawa payau yang dibuktikan dengan adanya diatome yang merupakan ganggang laut yang membatu.
Ø  Karakteristik spesifik / unik formasi
Terlihat pengendapan lapisan-lapisan secara bertahap dengan jelas.



3.  Stasiun Pengamatan Ke-3
·         Nama wilayah/desa/dusun : Kecamatan Kalijambe , Kabupaten Sragen
·         Posisi Geografis : dukuh Ngampon, desa Krikilan
·         Formasi : Kalibeng
·         Umur Geologi : 2 juta -1,8 juta tahun yang lalu (pliosen)
Ø  Karakteristik ( batuan : beku, sedimen, metamorf )
ü  Geologi :
a.       Pelapisan : kalibeng
b.      Warna : abu-abu kebiruan
c.       Struktur : datar
ü  Paleontologi ( paleobotany, paleozoology)
a.       Paleobotany : ditemukan tumbuh-tumbuhan jenis : Melastomataceae, Rhizophara, Pandanus, Palme, Calophyllus, Anacardiceae, Calamus, Caswarina, Arborsal euphorbiaceae, Podocarpus mimosaceae, Gramineae, Cyperaceae dll
b.      Paleozoology :  ditemukan fosil berupa foraminifera dan mollusca laut.
ü  Biologi
Dulunya formasi kalibeng merupakan lautan dengan ditemukannya fosil foraminifera dan molusca laut serta rasa air yang asin.
Ø  Karakteristik spesifik / unik formasi
Airnya mengandung garam dan terdapat kubangan yang berisi air dengan PH=8  serta adanya gelembung-gelembung gas.

4.  Stasiun Pengamatan Ke-4
·         Nama wilayah/desa/dusun : Kecamatan Kalijambe , Kabupaten Sragen
·         Posisi Geografis : dukuh Ngampon, desa Krikilan
·         Formasi : situs mad volcano (Notopuro)
·         Umur Geologi : 1,9 juta -1,7 juta tahun yang lalu (plestosen tengah)
Ø  Karakteristik ( batuan : beku, sedimen, metamorf )
ü  Geologi :
a.       Pelapisan : Situs mad vulcano
b.      Warna : coklat keabu-abuan
c.       Struktur : tidak beraturan
ü  Paleontologi ( paleobotany, paleozoology)
Tidak ditemukan fosil
ü  Biologi
Dulunya formasi notopuro merupakan gunung merapi purba  dan merapu purba yang meletus dengan menyisakan material batuan mengendap dan membeku di situs sangiran sehingga tidak ditemukan fosil hewan dan tumbuhan.
Ø  Karakteristik spesifik / unik formasi
    Terdapatnya batu asahan sebagai akibat dari lahar dingin yang bercampur dengan lempung dan batuan.

5.      Stasiun Pengamatan Ke-5
·         Nama wilayah/desa/dusun : Kecamatan Kalijambe , Kabupaten Sragen
·         Posisi Geografis : dukuh Ngampon, desa Krikilan
·         Formasi : Kabuh
·         Umur Geologi : 900ribu -200ribu tahun yang lalu (plestosen tengah)
Ø  Karakteristik ( batuan : beku, sedimen, metamorf )
ü  Geologi :
a.       Pelapisan : kabuh
b.      Warna : kuning
c.       Struktur : berlapis
ü  Paleontologi ( paleobotany, paleozoology)
a.       Paleobotany : fosil pollen yang ditemukan antara lain : podocarpus, Graminae, Cyoeracae, Myrtaceae, Cerpinus, Cardocarpus, Taxodiae, sedangkan spora yang ditemukan berasal dari jenis Pteridophyta, Monolete, Trilete, Verucatosporite.
b.      Paleozoology : fosil elephantids, rhinoserus, bovidae, buaya, kura-kura, rattus dll.
ü  Biologi
Formasi kabuh merupakan daratan asli daerah sangiran yang dihuni oleh manusia purba yaitu phytecantropus erectus, phytecantropus dubois dengan ditemukannya tulang femur dan atap tengkorak serta ditemukannya fosil alat-alat batu oleh GHR Von Koenigswald.


Ø  Karakteristik spesifik / unik formasi
    Masih berupa daratan aslinya di daerah sangiran dan merupakan dataran tertinggi di daerah sangiran

D.   Pembahasan
1.      Formasi Pucangan
Formasi ini terletak di dukuh Ngampon, desa Krikilan, Kecamatan Klaijambe dan  Kabupaten Sragen. Formasi Pucangan ini terdiri dari dua satuan litologi yaitu satuan breksi laharik dan satuan napal bercampur batu lempung. Ketebalan formasi ini mencapai 157,5 m. sedang umur formasi ini adalah plestosen bawah ( 1,8juta-900ribu).
 Satuan breksi laharik, terbentuk akibat pengendapan banjir lahar hujan yang diselingi pengendapan sungai normal dilingkungan air payau. Ketebalan satuan ini berkisar antara 0,7-46 m. satruan ini termasuk Formasi Pucangan Bawah, berumur Plestosen Bawah. Kandungan fosil pada lapisan ini sangat jarang. Namun diantaranya ditemukan sedikit fosil moluska laut jenis anadara, korbicula, dan murex.
Satuan napal dan batu lempung,  termasuk Formasi Pucangan Atas, yang berumur plestosen bawah. Satuan ini berwarna abu-abu muda sampai  tua, yang bila lapuk berwarna hitam. Ketebalan lapisan ini mencapai 113,5 m. pada satuan ini ditemukan tiga horizon moluska laut yang bercampur dengan gigi ikan hiu, yang menandakan bahwa pada masa itu pernah terjadi transgresi laut, meskipun mungkin kejadiannya sangat singkat.
Moluska laut yang lain ditemukan berasosiasi dengan kayu, belerang, peat, bulus dan buaya yang menunjukkan lingkungan payau-payau tepi laut. Selain horizon moluska laut, ditemukan juga lapisan tanah Diatome  yang berwarna putih kecoklatan, dengan penyebaran yang cukup lama.

2.      Formasi Kalibeng
Formasi ini terletak di dukuh Ngampon, desa Krikilan, Kecamatan Klaijambe dan  Kabupaten Sragen. Umur formasi ini adalah Pliosen (2 juta -1,8 juta tahun yang lalu). Persebaran Dormasi Kalibeng ditemukan disekitar Kubah Sangiran, dan membentuk perbukitan yang landai. Ketebalan formasi ini mencapai 126,5 m. satuan litologinya berupa lempung abu-abu kebiruan setebal 107 m, pasir lanau setebal 4,2 – 6,9 m, batu gamping balanus setebal 0 - 10,1M.
Pada formasi ini banyak ditemukan fosil-fosil Foraminifera dan Moluska laut. Antara lain ditemukan : arca (anadara), arcitectonica, lopha (alectryonia), Conus, Mirex, Chlamis, Pecten, Prunum, Turicula, renella spinoca, anomia, arcopsis, linopsis, dan turitella acoyana. Fosil-fosil tersebut merupakan ciri dari lingkungan pengendapan laut dangkal.

3.      Formasi Notopuro ( mad volcano)
Formasi notopuro terletak secara tidak selaras diatas formasi kabuh dengan ketebalan sekitar 47 M. satuan litologinya berupa : kerikil, pasir, lanau, lempung, air tawar, lahar pumisan dan tuf. Lapisan lahaar yang terkandung dalam lapisan ini, berdasarkan letaknya dibagi 3 yaitu : lapisan lahar atas, lapisan lahar teratas dan lapisan pumiceatas. Berdasarkan adanya lapisan lahar tersebut, formasi notopuro dibedakan menjadi 3 : formasi notopro bawah, formasi notopuro tengah dan formasi notopuro atas.
Lapisan notopuro bawah dimulai lapisan lahar atas sampai lapisan lahar teratas, dengan ketebalan antara 3,2- 2,89 M. Kandungan litologinya berupa pasir tufan dengan kerikil fluvial, lanau, lempung, fragmen kerikil andesit dan formasi tuf andesit.
Formasi notopuro tengah mulai muncul pada lapisan lahar atas sampai lapisan lahar teratas, dengan ketebalan maksimum 20M. formasi ini mengandung pasir bercampur  kerikil dan lanau tufan, kecuali pada lapisan lahar yang terletak didasar. Pada formasi ini tidak ditemukan fosil mammalian sama sekali.
Formasi notopuro atas dimulai dari lapisan pumiceatas secara tidak selaras terletak diatas formasi notopuro tengah dan bawah, ketebalan formasi ini mencapai 25 M dan tersebar di daerah sangiran sebelah utara dan daerah sangiran sebelah timur. Kandungan litologinya berupa tuf dan bola-bola pumisan.

4.      Formasi Kabuh
Formasi ini terletak di dukuh Ngampon, desa Krikilan, Kecamatan Klaijambe dan  Kabupaten Sragen. Umur formasi ini adalah Plestosen  atas sampai plestosen tengah (900ribu-200ribu tahun yang lalu).
Formasi kabuh mempunyai ketebalan 5,8 – 58,6 M. lapisan ini mempunyai kandungan litologi berupa lempung lanau , pasir, besi dan kerikil. Satuan litologi tersebut ditemukan berselang- seling dengan lapisan konglomerat dan batu lempung vulkanik (tuf). Dibawah lapisan ini ditemukan lapisan batu pasir, konglomerat “calcareous” dengan ketebalan lebih dari 2M yang merupakan ciri lingkungan transisi antara lautan dan daratan.
Lapisan tuf yang terkandung dalam formasi kabuh dibedakan atas lapisan tuf  bawah, tuf tengah, dan tuf atas. Lapisan tuf bawah terletak pada formasi kabuh dengan ketebalan 4,2 – 20 M, lapisan tuf tengah terdapat pada formasi kabuh dengan ketebalan 5,8 – 20M, dan lapisan tuf atas pada formasi kabuh atas dengan ketebalan 3,4-16M.
Kandungan fosil formasi kabuh meliputi hewan vertebrata dan moluska air payau. Fosil vertebrata yang ditemukan antara lain : bovidae, babi, buaya, bulus, banteng, gajah dan rusa. Sedang fosil moluska air payau yang ditemukan meliputi astartea, melania, dan corbicula. Selain itu ditemukan pula fosil cetakan daun.

E.    Simpulan dan Saran
Ø  Simpulan :
1.      Situs sangiran terletak disebuah desa di kelurahana Krikilan Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen, Provinsi Jawa Tengah.
2.      Situs Sangiran terletak kira-kira 15 km di sebelah utara kota Surakarta. Situs ini luas arealnya kira-kira 6x15 km. sebagai suatu situs sebagian arealnya terletak di wilayah kabupaten sragen, sebagian lagi terletak di wilayah kabupaten Karanganyar.
3.      Berdasarkan study lapangan mata kuliah geologi, dalam situs sangiran terdapat 5 formasi antara lain : Formasi Pucangan Atas, Formasi Pucangan Bawah, Formasi Kalibeng, Formasi Notopuro (mad vulkano) dan Formasi Kabuh.
Ø  Saran
1.      Alternative jalan menuju masing-masing formasi sebaiknya diberi jalan khusus sehingga pengunjung lebih mudah menjangkau formasi tersebut.
2.      Untuk panitia, menejemen waktunya dioptimalkan lagi.
3.      Dalam perjalanan menuju formasi kabuh, panitia sebaiknya menyediakan transportasi khusus untuk pengunjung karena lokasi yang terlalu jauh.






F.    Daftar Pustaka

Moelyadi dan Widiasmoro. 1978. Laporan Penyelidikan Biologi Daerah Sangiran Jawa Tengah. Yogyakarta : Bagian Tehnik Geologi Fakultas Tehnik UGM.

Soerdjono, R.P. ed. 1975. Jaman Prasejarah di Indonesia, Sejarah Nasional Indonesia I. Jakarta : Departemen Pendidikan dan Kebudayaan,
Soerastopo Hadisumarno. 1972. Geomorfologi Pergunungan Kubah Sangiran Jawa, Indonesia. Reprinted from the journal ilmu alam.
Widiasmoro. 1982. Lingkungan Pengendapan Formasi Pucangan dan Kabuh, serta Hubungannya dengan Penafsiran Daerah Pemukiman Phitecanthropus di Sangiran Jawa Tengah. Jakarta : Proyek Penelitian Purbakala Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.


LAPORAN KULIAH KERJA LAPANGAN
MATA KULIAH GEOLOGI

SITUS SANGIRAN SRAGEN JAWA TENGAH

Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Geologi
Disusun Oleh :
1. Ratih Devi Lestari      : 4411410003
2. Khusniyyatul Muna   : 4411410014
3. M. Angga saputra       : 4411410004
4. Mahbub Masduqi       : 4411410021
5. Eni Tri Hartanti         : 4411410027
Rombel 01 
Biologi, S1


UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
SEMARANG
2011

3 comments:

  1. searching tentang sangiran eh ketemu blog ini, salam konservasi UNNES :)
    aku copy ya mas. dr kharisma bio edu 11 unnes

    ReplyDelete
  2. Salam Konservasi... ya gak apa-apa semoga bermaaat
    Bob's

    ReplyDelete
  3. Assalamualaikum
    Maaf mas , saya ijin lihat buat referensi yaa :)
    makasiih :)
    dari Amalia bio edu 12 UNNES

    ReplyDelete